Persaingan di industri klinik kecantikan menuntut strategi pemasaran yang personal dan tepat sasaran. Namun banyak klinik, termasuk klinik X, belum memiliki segmentasi pelanggan yang komprehensif dan belum melakukan analisis pola pembelian treatment. Proses analisis data transaksi yang masih konvensional menyebabkan keterbatasan dalam pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan keputusan pemasaran yang baik. Hal ini memperbesar risiko kehilangan pelanggan bernilai tinggi dan menurunnya loyalitas pelanggan akibat pendekatan pemasaran yang kurang personal. Tugas akhir ini mengusulkan aplikasi metode kombinasi RFM (Recency, Frequency, Monetary) untuk segmentasi pelanggan berdasarkan perilaku pembelian treatment-nya. Selanjutnya, diterapkan multidimensional Market Basket Analysis dengan FP-Growth untuk menggali pola asosiasi treatment-treatment dan treatment-segmen pelanggan-cabang yang relevan. Kedua metode untuk menghasilkan segmentasi yang menyesuaikan perilaku pembelian pelanggan-pelanggan X dan rekomendasi bundling treatment yang tepat untuk X. Hasil menunjukkan bahwa penerapan RFM dengan K-Means mampu mengelompokkan pelanggan menjadi empat segmen dengan karakteristik berbeda. MBA multidimensi dengan FP-Growth berhasil mengidentifikasi kombinasi treatment yang menjadi rekomendasi bundling bagi X. Tugas akhir ini memberikan kontribusi dalam pertimbangan strategi pemasaran X melalui segmentasi pelanggan. Akan tetapi, X kurang menyukai hasil dari FP-Growth karena X memiliki strategi pemasaran yang menurut mereka lebih baik.