Penelitian ini merancang dan menerapkan kerangka Balanced Scorecard (BSC) untuk mengatasi kondisi stagnan Perkebunan Kopra X yang menunjukkan volume, penjualan, dan profit relatif stabil tanpa peningkatan signifikan. Pengukuran sebelumnya hanya finansial sehingga mengabaikan pendorong non-keuangan. Dengan menyelaraskan visi-misi ke dalam peta strategi, studi menetapkan KPI pada empat perspektif BSC: Keuangan (laba bersih, NPM, ROA), Pelanggan (kepuasan, retensi), Proses Internal (yield/ha, post-harvest loss, kadar air, waktu pengeringan), dan Pembelajaran & Pertumbuhan (jam pelatihan, adopsi moisture meter, retensi pekerja). Baseline sebagian KPI dihitung dari rata-rata 2022–2024; indikator baru menggunakan pengukuran pilot dan benchmark. Metode pengumpulan meliputi wawancara, observasi, kuesioner, dan analisis dokumen internal; pelaporan direkap kuartalan. Hasil awal menunjukkan deviasi operasional utama: kehilangan pasca panen, kadar air melebihi standar, inkonsistensi SOP pengeringan, serta rendahnya jam pelatihan dan adopsi teknologi. Rekomendasi prioritas mencakup penerapan BSC berkelanjutan, fokus pada KPI leading untuk mengurangi waste, perbaikan SOP pascapanen dan kontrol mutu (visual + moisture meter), peningkatan pelatihan teknis, serta analisis biaya produksi per kilogram. Implementasi langkah tersebut diharapkan memperbaiki proses internal dan kapabilitas SDM sehingga meningkatkan kualitas produk, retensi pelanggan, dan profitabilitas berkelanjutan.pelanggan, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan profitabilitas berkelanjutan.