Perancangan interior perpustakaan sangat dibutuhkan dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat dan melestarikan budaya pada era digital. Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan perpustakaan yang mengintegrasikan teknologi yang interaktif dan membantu dalam mengakses informasi. Desain perpustakaan yang dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan, seperti sarana diskusi maupun kolaborasi berbasis teknologi. Dengan pendekatan ini, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang komunitas yang mendorong pelestarian budaya lokal. Metode yang diterapkan dalam perancangan ini adalah metode design thinking, yang mencakup tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Konsep desain yang digunakan merupakan perpaduan elemen budaya lokal Surabaya dan pendekatan desain modern yang fungsional dan relevan dengan kebutuhan masa kini. Hasil akhir yang didapat melalui perancangan ini adalah interior perpustakaan yang menarik sehingga dapat meningkatkan minat baca masyarakat serta mempertahankan identitas budaya lokal di tengah perkembangan teknologi yang pesat.