Perancangan busana avant garde yang mengintegrasikan aksesori hasil kolaborasi dengan pengrajin lokal merupakan upaya untuk memberdayakan potensi kreatif berbasis kearifan lokal. Minimnya integrasi produk kerajinan dalam desain mode eksperimental menyebabkan nilai lokal kurang terekspos di pasar global. Dengan menggunakan metode design thinking meliputi tahap empathize, define, ideate, prototype, dan test, serta pendekatan sculptural, perancangan ini menghasilkan tiga look busana berstruktur tiga dimensi dan bermakna simbolis. Produksi aksesori oleh pengrajin perhiasan logam asal Sidoarjo memastikan bahwa aksesori berfungsi sebagai bagian integral dari desain. Hasilnya menunjukkan bahwa desain eksperimental berbasis lokal mampu menciptakan orisinalitas, mendukung pemberdayaan pengrajin lokal, dan membuka peluang komersial lebih luas. Dengan mengangkat potensi lokal dan memposisikan pengrajin sebagai mitra sejajar, pendekatan ini diharapkan menjadi strategi berkelanjutan dalam memperkaya industri mode kontemporer di Indonesia.