Emisi akibat pembangunan jalan terus meningkat, terutama di negara berkembang yang mendorong infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi. Konstruksi dan pemeliharaan jalan menyumbang sekitar 30% konsumsi energi dan emisi karbon sektor transportasi. Sebagai solusi ramah lingkungan, pemanfaatan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) dan Recycled Concrete Aggregate (RCA) sebagai pengganti agregat alam pada lapis pondasi jalan menjadi fokus penelitian ini. Studi ini bertujuan mengevaluasi daya dukung campuran RAP dan RCA melalui uji California Bearing Ratio (CBR) setelah perendaman dalam air tawar dan air bersalinitas dengan berbagai durasi. Metode kuantitatif diterapkan melalui pengujian Proctor dan CBR berdasarkan SNI 1743:2008 dan SNI 1744:2012. Hasil menunjukkan RAP dan RCA memiliki potensi sebagai agregat kelas B, namun hanya memenuhi spesifikasi teknis pada perendaman jangka pendek. Kandungan garam dalam air salinitas mempercepat penurunan nilai CBR akibat degradasi ikatan antarpartikel, terutama pada RAP. RCA menunjukkan stabilitas lebih tinggi, sedangkan campuran RAP–RCA 50:50 memiliki performa menengah. Perubahan juga tercermin pada nilai Maximum Dry Density (MDD), yang menunjukkan respons material terhadap lingkungan kimia. Penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan material daur ulang di daerah dengan air berkadar garam tinggi perlu dikaji secara cermat.