Pengaruh salinitas pada campuran beton daur ulang untuk lapis pondasi agregat kelas A

Dalam industri konstruksi, beton bekas sering dianggap tidak bernilai dan dibuang sebagai limbah beton. Dengan menggumpulkan limbah beton, material ini dapat diolah menjadi RCA (Recycled Concrete Aggregate). RCA dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi keterbatasan sumber daya agregat alam dan mengurangi limbah konstruksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis gradasi butiran untuk mendapatkan persentase maksimum RCA dan menganalisis kekuatan campuran RCA dan agregat alam untuk lapis pondasi agregat kelas A. Selain itu, dalam perkembangan infrastruktur penggunaan air tawar dalam pembuatan campuran semakin menurun. Penggunaan air laut untuk campuran agregat dapat menjadi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Pada penelitian ini dibuat 6 variasi sampel dengan menggunakan persentase penggantian sebagian agregat alam dengan RCA dengan kadar persentase 0%, 50%, dan 100% menggunakan air tawar dan RCA dengan kadar persentase 0%, 50%, dan 100% menggunakan salinitas air dengan 3,5% Natrium Klorida (NaCl). Pengujian ini dilakukan untuk membandingkan pengaruh air laut terhadap campuran agregat. Penelitian ini dilakukan melalui serangkaian pengujian material, pengujian proktor, dan pengujian CBR (California Bearing Ratio). Hasil dari penelitian ini RCA dapat digunakan untuk lapis pondasi agregat kelas A dan pengaruh salinitas air adalah penurunan pada nilai CBR.

CHRISTOPHER HEDY Paravita Sri Wulandari (Advisor 1); Daniel Tjandra (Examination Committee 1); Antoni (Examination Committee 2) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Skripsi/Undergraduate Thesis Skripsi No. 00012806/SIP/2025; Christopher Hedy (B11190023) AGGREGATES (BUILDING MATERIALS); CONCRETE--RECYCLING; CONCRETE CONSTRUCTION-TESTING; CONCRETE--MIXING

Files