Interior Stasiun Kereta Api Wonokromo saat ini belum sepenuhnya mendukung kenyamanan dan efektivitas pengguna, terutama karena lemahnya identitas arsitektural bergaya kolonial serta sistem wayfinding yang tidak konsisten. Permasalahan ini menimbulkan kesulitan dalam orientasi ruang serta menurunkan kualitas pengalaman pengguna. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang interior stasiun dengan pendekatan design thinking, yang memadukan elemen pencahayaan dan sistem navigasi, serta mengintegrasikan gaya arsitektur kolonial modern guna menghidupkan kembali nilai historis dan estetika stasiun. Hasil perancangan menunjukkan bahwa desain baru mampu meningkatkan kemudahan navigasi, kenyamanan visual, aksesibilitas, serta pengalaman ruang secara keseluruhan. Integrasi antara pencahayaan dan wayfinding yang dirancang secara holistik memiliki dampak positif dalam menciptakan suasana ruang yang lebih ramah dan informatif bagi pengguna. Dengan pendekatan ini, desain interior Stasiun Wonokromo berpotensi menjadi model referensi dalam revitalisasi stasiun kereta api lainnya di Indonesia, khususnya yang memiliki nilai historis dan arsitektural.