Pusat informasi pengunjung wisata kawasan Kuta Lombok

Pusat informasi wisata adalah fasilitas awal yang memberikan pengenalan dan pengalaman awal kepada pengunjung mengenai kawasan wisata. Permasalahan utama dalam perancangan ini adalah bagaimana merancang bangunan pusat informasi yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan identitas budaya lokal Lombok serta menciptakan pengalaman ruang yang imersif. Ruang lingkup kajian mencakup pendekatan desain arsitektur neo-vernakular dengan metode reinterpretasi elemen tradisional Sasak contohnya seperti bentuk lumbung, berugaq, serta nilai sosial dari suku Sasak seperti besiru, begawe, dan begibung. Metode perancangan dilakukan melalui studi literatur, analisis tapak, dan studi preseden. Hasil rancangan berupa bangunan pusat informasi pengunjung wisata seluas kurang lebih 7.700 m² di atas lahan 14.700 m² yang dibagi menjadi beberapa massa berdasarkan zona sosial budaya Sasak yang di reinterpretasi, yaitu zona besiru, zona begawe, dan zona begibung, dengan penataan ruang yang memanfaatkan angin, view, dan arah sirkulasi linear. Arsitektur bangunan mencerminkan transformasi nilai-nilai tradisi ke dalam bentuk dan fungsi modern yang tetap kontekstual, menjadikan pusat informasi pengunjung wisata ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat informasi, tetapi juga sebagai gerbang budaya yang memperkuat pengalaman wisata di kawasan Kuta Lombok.

RITCHIE VALENTINO CHEN Esti Asih Nurdiah, S.T., M.T., Ph.D. (Advisor 1); Altrerosje Asri (Examination Committee 1); Wanda Widigdo Canadarma (Examination Committee 2); Bram Michael Wayne, S.T., M.Ars. (Examination Committee 3); Agus Dwi Hariyanto (Examination Committee 4); Timoticin Kwanda (Examination Committee 5); Anik Juniwati (Examination Committee 6) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Laporan Perancangan Arsitektur Laporan Perancangan Arsitektur No. 00024660/ARS/2025; Ritchie Valentino Chen (B12210048) TOURIST INFORMATION CENTERS; OFFICE BUILDINGS--DESIGNS AND PLANS

Files