Permasalahan sampah di Indonesia menjadi perhatian serius, khususnya di Jawa Tengah sebagai provinsi penghasil sampah terbesar nasional. Tantangan utama adalah rendahnya tingkat daur ulang sampah plastik dan kurangnya fasilitas edukatif yang mendukung perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Penelitian ini berfokus pada perancangan museum daur ulang sebagai ikon arsitektur hijau dengan pendekatan berkelanjutan dan edukatif. Metode yang digunakan berupa pendekatan desain arsitektur dengan penerapan lima prinsip arsitektur hijau, yakni pemanfaatan potensi iklim, penyediaan ruang terbuka hijau, pemilihan material lokal dan daur ulang (konsep 3R/4R), pengelolaan sumber daya berkelanjutan, serta penyediaan ruang publik interaktif. Proyek ini mengintegrasikan sampah plastik ke dalam desain bangunan melalui fasad dan elemen struktur sebagai bentuk nyata edukasi dan inovasi material. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan material reuse dapat menghasilkan bangunan yang tidak hanya fungsional dan estetis, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat. Museum ini diharapkan menjadi katalisator perubahan perilaku melalui pengalaman ruang yang imersif dan interaktif, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.