Pembangunan infrastruktur di Indonesia terus berkembang, namun masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah permasalahan waste atau pemborosan dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Salah satu jenis pemborosan yang sering ditemukan adalah waste making-do, yaitu pelaksanaan pekerjaan tanpa didukung prasyarat yang seharusnya tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kategori waste making-do dan faktor penyebabnya berdasarkan jenis pekerjaan. Metode penelitian menggunakan analisis distribusi frekuensi dan correspondence analysis untuk mengidentifikasi kecenderungan serta pola hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pekerjaan struktur, waste yang dominan adalah kategori Equipment/Tools (22%) dan Protection (20%), dengan faktor penyebab utama Workspace Infrastructure (38%) dan Equipment/Tools (25%). Pada pekerjaan arsitektural, waste yang paling menonjol adalah Sequencing (26%), Component Adjustment (16%), dan Equipment/Tools (16%), dengan penyebab utama gabungan dari Information, Labor, dan Interdependent Task. Sedangkan pada pekerjaan MEP, kategori waste yang dominan adalah Equipment/Tools (21%), Access/Movement (19%), dan Working Area (18%), dengan penyebab utama Space (37%). Hasil dari correspondence analysis menghasilkan adanya 4 pola umum antara jenis waste dan penyebabnya. Namun, setiap pekerjaan memiliki karakteristik hubungan yang unik yang menegaskan pentingnya strategi pengendalian yang spesifik.