Sistem input konvensional pada game seringkali kurang mampu memberikan pengalaman yang imersif, terutama pada game Virtual Reality (VR). Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi sistem input berbasis leg gesture menggunakan sensor Kinect untuk meningkatkan interaksi dan imersivitas pemain dalam sebuah game escape room berteknologi VR. Metodologi penelitian meliputi perancangan sistem yang mampu mendeteksi berbagai gestur kaki seperti berjalan ke delapan arah, menendang, dan menginjak yang kemudian diintegrasikan ke dalam game yang dibangun menggunakan Unreal engine 5. Pengujian dilakukan terhadap 15 partisipan yang dikelompokkan berdasarkan tinggi badan untuk mengukur tingkat akurasi deteksi gerakan dan latensi sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki tingkat akurasi rata-rata di atas 90% untuk gestur pergerakan dasar. Selain itu, ditemukan adanya delay atau latensi rata-rata sebesar 350 millisecond antara gerakan fisik pemain dan respons di dalam game. Disimpulkan bahwa Kinect efektif untuk menciptakan navigasi berbasis kaki yang imersif, namun memiliki tantangan signifikan dalam hal akurasi gestur interaktif yang kompleks serta latensi yang dapat mengurangi pengalaman real-time.