Pada era modern ini pembangunan gedung-gedung tidak dapat dihindarkan pada sebuah wilayah. Setiap waktu terus banyak bangunan baru bermunculan, dikarenakan itu merupakan kebutuhan dasar manusia, tetapi banyak pembangunan tersebut justru tidak memperhatikan lingkungan sekitar, serta banyak bangunan baru justru dibangun pada kawasan cagar budaya dengan menghancurkan bangunan lama, dengan mengganti desain arsitektur bangunan yang baru, tidak sesuai dengan identitas, karakter, dan sejarah kawasan tersebut. Di Kota Surabaya, tepatnya di koridor Jl Karet, menjadi wilayah yang mengalami pergeseran, kawasan tersebut dulunya merupakan kawasan pecinan tempat tinggal dan perdagangan masyarakat beretnis Tionghoa sehingga dikawasan tersebut banyak dijumpai bangunan berarsitektur Tionghoa. Banyak bangunan tersebut sekarang dalam kondisi tidak terawat dan hancur, serta munculnya bangunan baru yang tidak sesuai dengan karakter arsitektur Tionghoa. Penelitian ini menggunakan metode gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Studi ini ingin memanfaatkan metode Artificial Intelligence (AI) dan AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk menghasilkan usulan desain fasad bangunan kantor yang sesuai dengan prinsip infill design kawasan cagar budaya serta identitas kawasan, khususnya arsitektur Tionghoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan buatan (AI) dan AHP (Analytical Hierarchy Process) dapat membantu dalam proses desain fasad bangunan yang sesuai dengan kawasan serta prinsip infill design.