Sekolah dasar tunarungu di Surabaya

Keterbatasan akses pendidikan inklusif bagi anak tunarungu di Surabaya menjadi permasalahan utama dalam perancangan ini, khususnya terkait kurangnya fasilitas dasar pendidikan yang mendukung kebutuhan komunikasi visual, mobilitas, dan interaksi sosial. Perancangan cakupan ruang mencakup rencana Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Tunarungu yang menerapkan pendekatan DeafSpace dalam skala pendidikan dasar. Pendekatan ini digunakan untuk menciptakan ruang belajar yang responsif terhadap kebutuhan siswa tunarungu melalui desain ruang yang mempertimbangkan ruang dan jarak, jangkauan visual, mobilitas, pencahayaan dan warna, aksesibilitas dan keamanan serta pengaturan elemen fisik seperti selasar dan beberapa ruang yang ada serta area bermain. Metode yang digunakan adalah studi literatur, analisis tapak, dan pendekatan konsep arsitektur berbasis kebutuhan pengguna anak sekolah dasar tunarungu. Hasil yang diperoleh berupa rancangan sekolah dasar empat lantai yang mengintegrasikan elemen DeafSpace dalam aspek tata ruang, bentuk bangunan, dan fasilitas pendukung seperti ruang terapi, lukis, tari, music dan ruang workshop batik, serta area interaksi yang memperhatikan jarak dan garis pandang visual. Dengan adanya perancangan ini diharapkan dapat terbentuk lingkungan belajar yang lebih inklusif, aman, dan mendukung perkembangan anak tunarungu.

CHRISTOPHER SANTOSO Luciana Kristanto, S.T., M.T. (Advisor 1); Dr. Feny Elsiana, S.T., M.T. (Examination Committee 1); Roni Anggoro, S.T., M.A.Arch. (Examination Committee 2); Lilianny Sigit Arifin (Examination Committee 3); Eunike Kristi Julistiono, S.T., M.Des.Sc., Ph.D. (Examination Committee 4); Ir. Stephanus Wirawan Dharmatanna, S.T., M.Ars. (Examination Committee 5) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Laporan Perancangan Arsitektur Laporan Perancangan Arsitektur No. 00024634/ARS/2025; Christopher Santoso (B12190090) ELEMENTARY SCHOOL BUILDINGS--DESIGNS AND PLANS; DEAF CHILDREN--EDUCATION

Files