Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan antara Board Digital Expertise (BDE), ESG Controversy (ESGC) dan Women on Board (WB) terhadap kinerja perusahaan khususnya perusahaan yang bergerak di sektor teknologi di negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina) dari tahun 2017 sampai 2023. Data dianalisis menggunakan metode regresi data panel dan didapatkan sampel 245 perusahaan yang diobservasi. Hasil penelitian menunjukkan Women on Board secara signifikan meningkatkan kinerja perusahaan (ROE). Sebaliknya Board Digital Expertise dan ESG Controversy tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan pada kinerja perusahaan. Variabel kontrol seperti board size, firm age, liquidity, leverage, and sales growth secara signifikan mempengaruhi ROE, sebaliknya firm size tidak mempengaruhi ROE. Penelitian ini berkontribusi untuk memperluas literatur dan menambah data untuk penelitian berikutnya khususnya terhadap perusahaan teknologi di ASEAN. Keterbatasan penelitian ini adalah jumlah sampel yang sedikit dan terbatas hanya pada sektor teknologi. Penelitian di masa depan dapat memperluas ke berbagai industri dan negara lainnya.