Fenomena peningkatan tren 'mager' atau malas bergerak di kalangan remaja Indonesia semakin menjadi sorotan, terutama dengan meningkatnya penggunaan gadget dan teknologi. Sarana dan prasarana untuk aktivitas fisik masih minim di Surabaya, maka dari itu, perancangan bertujuan untuk mendemonstrasikan perancangan arsitektur yang mengintegrasikan pengalaman spasial digital dan aktivitas fisik secara tematik. Dengan mengintegrasikan konten digital dan konten fisik dalam desain ruang, perancangan diharapkan dapat menjadi referensi untuk menciptakan pengalaman spasial baru yang menarik, baik secara virtual maupun fisik, sehingga dapat memotivasi remaja untuk lebih aktif bergerak dan aktif dalam melakukan kegiatan fisik.