Business Logistics Competition merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Laboratorium Global Logistics, Program Studi Teknik Industri, Universitas Kristen Petra. Selama ini, seluruh proses simulasi dalam kompetisi masih dijalankan secara manual, yang menyebabkan ketidakefisienan waktu serta meningkatkan risiko kesalahan input dan pencatatan. Selain itu, terdapat juga perubahan konsep pada simulasi, salah satunya terkait aspek demand, yang menuntut ketersediaan dataset dalam jumlah besar, namun tetap harus beragam, bervariasi, dan memiliki persebaran tujuan yang merata. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem simulasi industri manufaktur berbasis web guna meningkatkan efisiensi pelaksanaan kompetisi serta memperkuat pemahaman peserta mengenai dunia industri manufaktur. Dalam skripsi ini, dikembangkan sebuah sistem simulasi industri manufaktur yang terotomatisasi dan terkomputerisasi untuk meningkatkan efisiensi waktu selama pelaksanaan babak pertama Business Logistics Competition, yaitu BLC Delivery, agar proses simulasi dapat berjalan lebih lancar. Sistem ini dibangun menggunakan teknologi web dengan framework Laravel, basis data MySQL, serta antarmuka pengguna yang responsif. Selain itu, akan diimplementasikan juga algoritma Round Robin dan pendekatan Rule-Based untuk menghasilkan dataset demand yang besar namun tetap memiliki persebaran tujuan yang seimbang dan realistis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun konsep sistem simulasi yang dikembangkan menjadi lebih kompleks, sistem tersebut tetap mampu meningkatkan efisiensi waktu pelaksanaan BLC Delivery. Salah satu pencapaian utamanya adalah pemangkasan durasi simulasi dari 480 menit pada sistem manual menjadi hanya 240 menit pada sistem baru, yang menunjukkan efisiensi waktu sebesar 50%. Selain itu, pendekatan gamifikasi yang diterapkan terbukti mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap industri manufaktur. Hal ini tercermin dari peningkatan rata-rata nilai pre-test peserta umum dari 68,13 menjadi 83,75 pada post-test (peningkatan sebesar 23%), serta pada mahasiswa Teknik Industri yang pernah mengambil mata kuliah Pengantar Teknik Industri, dari 85,94 menjadi 98,43 (peningkatan sebesar 14,5%). Aplikasi ini juga mendapatkan respons positif dari pengguna, di mana lebih dari 50% responden memberikan penilaian “sangat baik” terhadap setiap fitur yang disediakan. Dengan demikian, sistem simulasi industri manufaktur yang dikembangkan dapat menjadi solusi bagi Business Logistics Competition Universitas Kristen Petra dalam menyelenggarakan kompetisi yang lebih efisien, terstruktur, serta mampu meminimalkan potensi kecurangan dan kesalahan manusia. Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas keseluruhan pelaksanaan simulasi dalam kompetisi tersebut.