Orang dewasa memiliki peran yang penting dalam mendukung perkembangan anak, terutama dalam aspek bahasa yang mencakup kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif. Kemampuan bahasa reseptif adalah kemampuan anak menerima dan memahami informasi, sedangkan kemampuan ekspresif merupakan kemampuan anak menyampaikan apa yang ada dalam dirinya. Saat anak memasuki fase diferensiasi, yang biasanya terjadi antara usia 2.5 sampai 5 tahun, mereka mulai mampu berkomunikasi dengan kalimat yang lengkap. Menurut UU RI No. 20 Thn. 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 28 memaparkan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. Pada hal ini, anak memerlukan dukungan dari seorang guru yang profesional dalam mendukung perkembangannya. Guru dapat menggunakan berbagai media dalam mengajar, salah satunya adalah media lagu. Media lagu dinilai dapat membantu perkembangan kemampuan bahasa anak dengan efektif dan membuat proses pembelajaran jauh lebih menarik dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang melibatkan pendekatan induktif untuk secara mendalam menggali penggunaan media lagu dalam pengajaran bahasa pada anak di fase diferensiasi. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan metode pengajaran yang diterapkan oleh guru menggunakan media lagu dan mendeskripsikan pengaruhnya terhadap perkembangan bahasa anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengajaran meliputi 3 tahapan persiapan, pelaksanaan, dan penutupan; serta penggunaan lagu yang disertai video sederhana sebagai media pembelajaran terbukti efektif dalam membantu mengembangkan kemampuan bahasa anak. Hal ini menunjukkan bahwa stimulus ini memberikan dampak positif pada perkembangan bahasa mereka.