Terdapat sebuah istilah baru yaitu User-Generated Aesthetic, ini merupakan bentuk vernakulasi dari istilah User-Generated Content. Pola di dalam User-Generated Aesthetic terdiri dari regramming, vernacular celebrity, dan brandfies. Ankayama merupakan seorang konten kreator yang memiliki pola User-Generated Aesthetic di dalamnya. Sepanjang menjadi konten kreator Ankayama membawa nilai eco-beauty dan kontennya dibalut dengan nilai estetika yang tinggi. Adanya istilah baru dalam format sebuah konten tentunya menciptakan penerimaan yang baru juga. Hal ini menjadi sebuah kajian yang menarik diteliti. Penelitian ini akan menggunakan metode analisis resepsi Stuart Hall, dan bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa pengguna instagram memiliki posisi dominan dan negosiasi pada pola terhadap User-Generated Aesthetic milik Ankayama. Serta, posisi dominan pada estetika dan edukasi konten Ankayama. Situasi ini terjadi karena adanya faktor personal (kepribadian, budaya, motivasi, dan pengalaman) informan, keterlibatan brand di dalam konten milik Ankayama, gaya konten Ankayama, dan originalitas kreator.