Kegiatan investasi membutuhkan waktu atau energi seseorang untuk suatu usaha dengan harapan mendapatkan hasil yang berharga. Investasi mampu memberikan manfaat bagi investor jika kegiatan investasinya diikuti oleh ilmu pengetahuan tentang resiko instrument investasi yang tersedia di pasar keuangan. Namun faktanya, tingkat pengetahuan tentang keuangan di Indonesia masih sangat rendah. Banyak investasi bodong yang telah terjadi dan terungkap di Indonesia. Akibatnya, investor pemula mungkin impulsif dalam berinvestasi tanpa menambah edukasi diri tentang keuangan. Risk tolerance merupakan tingkat paparan risiko yang membuat suatu individu merasa nyaman, perkiraan tingkat risiko yang bersedia diterima investor pada portofolio investasi. Overconfidence juga menjadi salah satu faktor penyebab banyaknya generasi Z terjerumus dalam investasi bodong. Overconfidence atau kepercayaan diri yang berlebihan diketahui merupakan salah satu faktor yang signifikan dalam menjelaskan kemampuan pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode analisa data kuantitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa financial knowledge signifkan terhadap investment scams. Sedangkan risk tolerance dan overconfidence tidak signifkan terhadap investment scams.