Pemkot melakukan evaluasi dan antisipasi musibah bangunan roboh saat pengerjaan saluran. Salah satunya menguatkan mitigasi dan pemetaan kawasan sebelum pengerjaan. Termasuk melakukan penyesuaian kontrak kerja saat ditemukan resiko tinggi dilapangan. Dengan begitu, bisa menekan dampak lingkungan yang terjadi. Proses persiapan pengerjaan bangunan yang roboh terus dilakukan pelaksana proyek. Hingga kemarin, area yang terdampak masih dibersihkan. Sementara itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSD-ABM) Kota Surabaya melakukan evaluasi dan langkah pencegahan. "Kami berusaha carikan solusi terbaik untuk pedagang yang bangunannya roboh," kata Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan DSDABM, Adi Gunita Kamis siang.