Ketika perangkat virtual rality (VR) dikenakan, artificial intelligence (AI) bernama LIGHT akan menyambut mahasiswa. Maskot kebanggan Petraverse itu akan memberikan tes dasar bagi mahasiswa. Fungsinya, untuk mengetahui kemampuan setiap individu. Program pembelajaran berbasis learning management system (LMS) itu menekankan 13 kemampuan. Mulai pemecahan masalah, kreativitas, kepemimpinan, hingga komunikasi interpersonal. Keampuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri saat ini. "Dari hasil riset, memang itu yang paling sesuai. Mahasiswa nggak harus punya semua'" ucap ketua Tim Petra Digital Institute Felix Pasila. Tak lama, mahasiswa mengetahui kompetensinya berkat bantuan kecerdasan buatan. Mereka bakal mendapatkan satu diantara sembilan karakter yang paling sesuai dengan dirinya.