Mahasiswa Visual Communication Design Universitas Kristen Petra Surabaya, Veronica Boni Pamudja membuat pewarna alami dari ampas kopi. Boni ditemui di kampus setempat, Rabu mengatakan, latar belakang membuat pewarna karena meningkatnya konsumsi kopi di Indonesia dan menjamurnya kedai-kedai kopi sehingga membuat limbah ampas kopi semakin meningkat pula. "Akibatnya terjadi penumpukan limbah di TPA (tempat pembuangan akhir) yang berakibat buruk seperti tanah semakin asam hingga meningkatkan laju pemanasan global. Maka dari itu melihat kenyataan ini akhirnya tertantang mengolah limbah ampas kopi," kata Boni. Mahasiswi asal Surakarta ini mampu menghasilkan tiga jenis pewarna alami yaitu dari ampas kopi saja, ampas kopi dengan campuran secang dan ampas kopi dengan campuran kunyit yang menghasilkan sebuah warna yang sangat unik.