Ampas kopi sangat berbahaya bagi lingkungan karena mengandung kafein, tanin dan polifenol. Pemanfaatan ampas kopi mulai banyak dilakukan. Salah satunya oleh mahasiswa program studi Visual Communication Design, Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif (FHIK), UK Petra, Veronica Boni Pamudja. Dalam tugas akhirnya, Veronica memanfaatkan ampas kopi untuk jadi pewarna kain. “Saya banyak mendengar kalau ampas kopi berbahaya bagi lingkungan. Dari situlah saya berpikir untuk memanfaatkannya untuk dimanfaatkan,” ungkapnya. Pemanfaatan itu diakui Vero berawal ketika baju putihnya ketumpahan kopi. Kopi yang menempel di bajunya itu sulit dihilangkan. “Saya berpikir, berarti kopi itu bisa dibuat pewarna kain dan tidak mudah memudar,” katanya.