Bangunan bagi penderita down's syndrome

Satu mahasiswi Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Petra Surabaya berhasil merancang wadah terapi untuk penderita down’s syndrome/syndrome mongoloid berupa desain bangunan menerapkan konsep tiga jenis rangsangan/stimulation. Penderita syndrome mongoloid cenderung memiliki keterlambatan pada hubungan sosial, motorik serta kognitif, maka membutuhkan tempat pendidikan memadai yang dapat merangsang kemampuan fisik, intelektual serta mental. Desain itu dijelaskan secara rinci melalui skripsi Margaretha yang berjudul Di manakah Tempat Tumbuh Kembang bagi Anak Down’s Syndrome?

Unknown Unknown PT Jurnalindo Aksara Grafika Indonesian Petra Chronicle Newspaper clippings Unknown Bisnis Indonesia, 9 Agustus 2005 MENTAL HEALTH FACILITIES-DESIGNS AND PLANS; BARRIER-FREE DESIGN

Files