Penerapan Kurikulum 2013 di pedalaman Nusa Tenggara Timur terkendala ketiadaan media atau alat untuk praktik belajar sehingga sekolah beralih ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. Para guru tidak memaksakan penerapan K-13, dan lebih berinovasi agar siswa lebih memahami materi yang diajarkan. Kepala SD Sublele, Kornelis Kono mengaku menyerahkan sepenuhnya pola pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang ada, sebab keterbatasan infrastruktur membuat guru susah menerapkan pola pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang ada.