Berhasil seimbangkan pendidikan dan prestasi olahraga

Di Indonesia pendidikan dan profesi sebagai atlet selalu sulit berjalan beriringan. Sederhananya, jika memutuskan menjadi seorang atlet, biasanya kedodoran di pendidikan, begitu pula sebaliknya. Tapi ternyata, kenyataannya itu berhasil dipatahkan Adrian Sansoldi Lamano. Mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya yang seorang atlet diving (menyelam) itu belum lama ini lulus dengan menyandang predikat cumlaude. Adrian adalah penyabet medali emas Pekan OIahraga Nasional (PON) Kalimantan Timur (Kaltim) 2008 lalu. Di level yang lebih tinggi, dia meraih dua medali perak di South East Asian Games (SEA Games) di Hanoi,Vietnam, 2003. Keberhasilan menyatukan prestasi sebagai atlet maupun mahasiswa bukannya diraih dengan mudah butuh perjuangan yang tidak ringan dan mungkin sulit dilakukan mahasiswa lain. Adrian harus mengatur waktu antara latihan dan tugas kampus yang tak sedikit. Apalagi jurusan yang diambil adalah arsitektur, yang pastinya penuh dengan tugas dan menyita banyak waktu. Tugas terberat adalah membagi waktu. Ada saatnya saya harus begadang tapi disisi lain saya juga harus tetap latihan keesokan harinya, kata anak pasangan Lam Man Tjing dan Goei Lan Hwa ini.

Unknown Unknown Seputar Indonesia Indonesian Petra Chronicle Newspaper clippings Unknown Seputar Indonesia, 1 Maret 2009 PERFORMANCE; ATHLETES; EDUCATION, HIGHER

Files