Sistem penjadwalan LSM untuk proyek instalasi pipa bawah tanah (studi kasus: fuel supply system, proyek pengembangan Bandara Juanda Surabaya)

Pekerjaan instalasi pipa bawah tanah merupakan pekerjaan dengan
aktivitas berulang, sehingga teknik penjadwalan yang paling cocok adalah teknik
penjadwalan LSM {Linear Scheduling Method). Keunggulan teknik penjadwalan
LSM adalah kemudahan dalam pengaturan alokasi sumber daya proyek.
Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus yang dilakukan pada Fuel Supply
System Proyek Pengembangan Bandara Juanda Surabaya, dengan tujuan membuat
jadwal proyek dengan menggunakan teknik penjadwalan LSM, rencana alokasi
sumber daya proyek, dan sistem penjadwalan untuk memonitor dan
mengendalikan kemajuan pekerjaan yang berguna untuk kontraktor spesialis di
bidang pekerjaan utilitas.
Hasil penelitian adalah merupakan sebuah konsep sistem penjadwalan
LSM yang dibuat dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel. Hasil yang
diperoleh dari proyek studi kasus antara lain: (1) durasi total proyek studi kasus
adalah 124 hari keija dengan data sumber daya dan produktivitas lapangan, (2)
hasil grafik LSM menunjukkan bahwa aktivitas kritis proyek yang mempengaruhi
durasi total proyek adalah fabrikasi pipa, instalasi pipa, urugan pasir II, dan
urugan kembali, dan (3) sistem penjadwalan dapat digunakan oleh kontraktor
sejenis dalam melakukan perencanaan, monitoring, dan pengendalian dengan
memasukkan variabel produktivitas dan alokasi sumber daya proyek.

NIKO ISWANTO Indriani Santoso (Advisor 1); Ir. Ratna Setiawardani Alifen, M.C.E. (Examination Committee 1) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Graduate Thesis Tesis/Theses Tesis No. 01000091/MTS/2006; Niko Iswanto (01504001) CONSTRUCTION INDUSTRY-MANAGEMENT; INDUSTRIAL PROJECT MANAGEMENT-COMPUTER PROGRAMS

Files