Studi tentang cuk converter sebagai DC-DC converter dengan menggunakan PSIM simulator

Metode Buck-Boost Converter dan Cuk Converter menghasilkan
tegangan output yang dapat diatur lebih tinggi atau lebih rendah dari tegangan
input. Perbedaannya adalah Cuk Converter menggunakan kapasitor sebagai
penyimpan energi sedangkan Buck-Boost Converter menggunakan induktor
sebagai penyimpan energi.
Dalam tugas akhir ini tegangan input dipilih sebesar 12 Volt dan
tegangan output bervariasi antara 1.5 Volt ? 24 Volt. Cuk Converter bekerja
dalam kondisi Continuous Conduction.
Dari hasil simulasi, tegangan output pada rangkaian Buck-Boost
Converter memiliki error sebesar 0.3% pada duty ratio maksimum sedangkan
pada rangkaian Cuk Converter setiap kondisi duty ratio memiliki error sebesar
0.5% ? 12%. Untuk menghasilkan bentuk gelombang output yang kontinyu, pada
rangkaian Buck-Boost Converter digunakan nilai induktor yang sesungguhnya
yaitu L = =21 mH sedangkan pada rangkaian Cuk Converter menggunakan nilai
induktor yang minimum yaitu L1 = 0.04 H dan L2 = 5.13 mH. Nilai duty ratio
sangat menentukan bentuk gelombang output (kontinyu / diskontinyu).

ARIE GUNAWAN Hanny Hosiana Tumbelaka (Advisor 1); Stephanus A. Ananda, S.T., M.Sc. Ph.D. (Advisor 2); Julius Sentosa Setiadji (Examination Committee 1) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Skripsi/Undergraduate Thesis Skripsi No. 01010612/ELK/2009; Arie Gunawan (23405050) ELECTRIC CURRENT CONVERTERS

Files