Studi pengaruh pre dan post heat pada sifat mekanis dan struktur mikro hasil las aksi-asetilen baja karbon S 45 C

Baja S 45 C relatif sulit dilas karena kandungan karbonnya yang tinggi.
Hasil penelitian sebelumnya terhadap baja S 45 C hasil las SMAW dengan
preheat 156 ?C masih dijumpai keretakan.
Hasil penelitian dengan las oksi-asetilen pada bahan yang sama tidak
dijumpai adanya keretakan pada variasi preheat dan postheat yang dilakukan,
masing-masing pada temperatur 260 ?C dan 650 ?C. Pada ketebalan 5 dan 10 mm,
keduanya dijumpai variasi struktur mikro pada sepanjang daerah las. Pada
ketebalan 5 mm dijumpai lebar HAZ yang lebih sempit dibanding tebal 10 mm
untuk semua variasi preheat dan postheat karena input panas yang lebih kecil.
Lebar HAZ paling lebar didapatkan bila pelat menerima baik preheat maupun
postheat, daripada masing-masing.
Hasil uji kekerasan menunjukkan variasi nilai sepanjang daerah las,
dengan semua nilai kekerasan untuk pelat 10 mm lebih tinggi dibanding pelat 5
mm. Nilai kekerasan maksimum terjadi pada daerah HAZ, baik pada pelat 5 mm
(43,15 HRc) maupun 10 mm (44,83 HRc). Kehadiran cacat las pada sambungan
las menyebabkan rendahnya hasil kekuatan tarik transversal, dimana jenis cacat
yang dominan adalah Incomplete Fusion. Kehadiran cacat ini karena rendahnya
temperatur nyala yang dihasilkan oleh proses las gas.

EDY SUYANTO Juliana Anggono (Advisor and Examination Committee); Herry Sunandar (Advisor 2) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Skripsi/Undergraduate Thesis Skripsi No. 99.54.344; Edy Suyanto (24492019) WELDING

Files