Lonjakan tajam harga emas sepanjang 2025 hingga awal 2026 menjadi sorotan pakar ekonomi Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya. Kenaikan yang dinilai tak wajar itu disebut sebagai sinyal kuat meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi perekonomian global. Lonjakan tersebut dinilai bukan sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan cerminan kecemasan investor terhadap ketidakpastian ekonomi global. Penyebab fenomena tersebut dinilai sangat kompleks, mulai dari eskalasi
konflik di berbagai kawasan, kebijakan tarif tinggi dari pemimpin dunia, hingga retorika politik Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump, yang turut menciptakan iklim investasi tidak stabil. Ia juga menyoroti adanya anomali pasar yang terjadi saat ini. Menurutnya, dunia sedang berada dalam fase ekonomi yang tidak normal, sehingga pola pergerakan harga emas tidak lagi berlaku seperti biasanya.