Pakar ekonomi Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya Dr Dra Nanik Linawati MM mengatakan, pergerakan harga emas ini terbagi menjadi dua jenis, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Penyebab dari fenomena ini sangatlah kompleks. Mulai dari eskalasi konflik di berbagai kawasan, kebijakan tarif tinggi dari pemimpin dunia, hingga retorika politik Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump turut berperan dalam menciptakan iklim investasi yang “liar” saat ini. DSedangkan, untuk tren jangka panjangnya, Dr Nanik menyebut harga emas akan cenderung naik, sebab ada ketegangan politik dan kondisi ekonomi global yang cenderung menurun, hingga masalah demografi global.alam jangka pendek, tren harga bisa sedikit menurun. Dr Nanik memperingatkan, meroketnya harga emas adalah “sinyal merah” bagi perekonomian global. Sebab, kenaikan ini bukan lagi dipicu permintaan normal perhiasan, namun krisis kepercayaan investor yang mulai meninggalkan aset produktif (kripto, saham, deposito, dan lain-lain), hanya demi menyelamatkan harta.