Harga emas batangan Antam mencatat lonjakan tajam sepanjang 2025 hingga awal 2026, bahkan sempat menembus Rp 3,1 juta per gram pada akhir Januari. Dalam setahun, kenaikannya diperkirakan mencapai 50–60 persen, jauh di atas fluktuasi normal pasar. Menurut Nanik, dalam jangka pendek harga emas berpotensi terkoreksi. Penurunan ini dipicu aksi profit taking sebagian investor, seiring inflasi yang mulai terkendali dan sentimen pasar yang sedikit membaik. Namun dalam jangka panjang, tren emas dinilai masih cenderung menguat. Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, hingga persoalan demografi dunia menjadi faktor yang terus mendorong emas sebagai aset lindung nilai. Kelangkaan inilah yang membuat emas tetap menjadi aset aman
ketika instrumen investasi lain mulai kehilangan arah