Solusi tercepat, tapi bukan terbaik

Pemprov meminta pemkot memantau ketat setiap box culvert. Terutama pada pembersihan. Sebab, tumpukan sedimen berpotensi menjadi masalah besar. Sedimen itu bisa berasal dari penguraian alami atau material tanan dan pasir yang terbawa roda kendaraan. Lewat celah yang ada, material tersebut akan memasuki box culvert. Lambat laun material mengeras dan mengurangi luasan penampang di dalam box culvert. Jika luasan berkurang, debit air yang melintas bakal turun, Penurunan debit dapat berimbas pada lamanya air memasuki saluran ketika hujan turun. Akibatnya, jalan lebih lama tergenang. Tidak tertutup kemungkinan terjadi banjir. Pakar geoteknik Universitas Kristen Petra Daniel Tjandra menegaskan, box culvert hanya solusi jangka pendek. "Lebih bagus kalau membuat tunnel (terowongan) sekalian,• tutur kepala departemen teknik sipil tersebut. Pembangunan tidak difokuskan pada jalan, justru mengembangkan infrastruktur bawah tanah, misal MRT atau kerata bawah tanah.

Unknown Unknown PT. Jawa Pos Grup Multimedia Indonesian Petra Chronicle Newspaper clippings Unknown Jawa Pos, 13 Februari 2017 ROAD DRAINAGE--SURABAYA; CULVERTS--MAINTENANCE AND REPAIR

Files