Konstruksi jembatan mulanya hanya ketertarikan sebagian siswa SMA Stella Maris Surabaya. Terutama mereka yang akan ikut lomba yang diselenggarakan jurusan teknik sipil beberapa perguruan tinggi. Siswa yang tertarik mengikuti lomba diperbolehkan
mengembangkan kreativitas. Pembina Ekstrakurikuler SMA Stella Maris Surabaya Dwi Rini mendapatkan tawaran dari Nelvin Tanoyo. Sebagai alumnus sekolah, Nelvin merasa tertarik menjadikan konstruk:si jembatan sebagai ekstrakurikuler. Apalagi, dia cukup berpengalaman di bidang tersebut. Saat SMA, dia memenangi perlombaan dengan membuat konstruksi jembatan. Apalagi, kini dia berkuliah di jurusan teknik sipil. Akhirnya, konstruksi jembatan resmi menjadi ekstrakurikuler. Sejak saat itu, Nelvin dan Hans Tandra menjadi pembimbing para siswa.