Ekonomi Game of Thrones Dunia

Kisah Game of Thrones dipakai Presiden Joko Widodo dalam pidato Pertemuan Tahunan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018 sebagai analogi terhadap kondisi ekonomi global. Perang dagang antar negara membuat dunia lupa tentang ancaman besar yang bisa terjadi di masa mendatang. Ancaman itu ialah krisis ekonomi global yang bisa menghantam semua negara yang sibuk bertarung merebut kekuasaan ekonomi, baik secara individu, korporasi, maupun antar negara. Para spekulan global hanya ingin meraup untungbesar dalam sekejap. Mereka bukan penghasil produk barang/jasa bagi masyarakat, tetapi justru mereka yang sering merusak harga barang/jasa (pemicu inflasi). Henry Ford sudah pernah mengingatkan para pebisnis dunia dengan berkatata business that makes nothing but money is a poor business. Bisnis yang hanya menghasilkan uang tanpa menghasilkan apa-apa (barang/jasa). Para pelaku umumnya lebih suka memainkan saham-saham perusahaan besar yang sebenarnya tidak lagi terlalu butuh modal justru usaha kecil/menengah yang butuh suntikan modal untuk menghasilkan produk-produk bermutu serta memperluas jaringan distribusi, pemasaran, dan lapangan kerja. Budaya bisnis seperti itu akan sulit memikirkan kesejahteraan masyarakat. Inilah ekonomi "game of thrones" yang sarat dengan persaingan tidak sehat alias saling mengorbankan satu sama lain. Akibatnya, energi setiap negara habis untuk memproteksi diri lewat
perang tarif demi mempertahankan stabilitas ekonomi masing-masing.

Unknown Unknown PT. Jawa Pos Grup Multimedia Indonesian Petra Chronicle Newspaper clippings Unknown Jawa Pos, 10 Oktober 2018 INTERNATIONAL ECONOMIC RELATIONS; COMPETITION, INTERNATIONAL; BUSINESS ETHICS

Files