Ketersediaan data (availability) dan konsistensi transaksi merupakan kebutuhan utama dalam sistem basis data modern. Namun, Oracle Database Standard Edition tidak menyediakan fitur replikasi bawaan seperti Data Guard, sehingga banyak organisasi masih mengandalkan full backup dan cold backup, yang menyebabkan downtime tinggi, deteksi kegagalan lambat, serta risiko kehilangan data antara dua waktu pencadangan. Penelitian ini mengatasi keterbatasan tersebut dengan mengembangkan sistem hybrid yang mengintegrasikan Change Data Capture (CDC) berbasis LogMiner dan Debezium dengan mekanisme hot backup RMAN untuk mencapai replikasi near–real-time yang ekonomis tanpa lisensi tambahan. Implementasi dilakukan menggunakan arsitektur dua node yang terdiri dari source database, CDC pipeline (Debezium–Kafka), dan replica database yang diperbarui secara kontinu melalui consumer Node.js. Sistem ini juga dilengkapi failover mechanism menggunakan Keepalived untuk memastikan kontinuitas layanan ketika source mengalami kegagalan. Pengujian dilakukan pada tiga metrik utama, yaitu durasi replikasi (replication latency), waktu deteksi kesalahan backup (error-detection time), downtime saat failover, dan konsistensi data antara source dan replica. Dataset uji berukuran 10.000, 20.000, dan 40.000 row digunakan untuk mengevaluasi performa sistem di bawah beban transaksi paralel. Secara keseluruhan, hasil eksperimen menunjukkan bahwa kombinasi CDC dan hot backup mampu menghadirkan mekanisme replikasi yang stabil, responsif, dan konsisten pada Oracle Database Standard Edition. Sistem berhasil mempertahankan replikasi near–real-time pada berbagai tingkat beban, dengan waktu failover yang rendah dan tanpa kehilangan data. Resynchronization setelah source kembali aktif juga berjalan sesuai pola pertumbuhan dataset, menunjukkan bahwa arsitektur ini tetap dapat diprediksi dan andal pada skala yang lebih besar. Dengan demikian, pendekatan hybrid yang diusulkan dapat menjadi alternatif yang layak dan lebih ekonomis untuk meningkatkan availability dan ketahanan data dibandingkan metode pencadangan konvensional.