Optimalisasi pemuatan kontainer merupakan aspek penting dalam efisiensi rantai pasok, khususnya pada pengiriman Full Container Load (FCL) dengan satu tujuan pengiriman. Penelitian ini dilakukan di PT. X yang masih menerapkan perencanaan pemuatan berbasis tonase, sehingga sering terjadi ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi pemuatan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber kehilangan ruang (space loss), mengembangkan koreksi dimensi kemasan, serta mengevaluasi potensi optimasi pemuatan menggunakan program Container Loading Problem (CLP) yang dikembangkan. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, pengukuran dimensi aktual kemasan, simulasi baseline dan simulasi dengan koreksi, serta validasi hasil simulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi baseline cenderung mengalami over-estimation kapasitas muat, sedangkan penerapan koreksi dimensi mampu menghasilkan simulasi yang valid dan sesuai dengan kondisi aktual. Program CLP mampu menghasilkan optimasi pemuatan pada empat dari tujuh kasus pemuatan yang diobservasi, namun masih memiliki keterbatasan dalam hal fleksibilitas jika dibandingkan dengan praktik yang dilakukan oleh operator di lapangan.