Fasilitas tahap pelepasan rehabilitasi mental di Surabaya

Surabaya sebagai pusat aktivitas dan kota kerja memiliki tingkat mobilitas serta tekanan kehidupan yang tinggi, sehingga berpotensi mempengaruhi kondisi kesehatan mental sebagian masyarakat. Peningkatan kebutuhan akan layanan rehabilitasi mental tersebut belum diiringi oleh ketersediaan fasilitas yang memadai maupun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya proses rehabilitasi secara menyeluruh. Salah satu tahap yang sering terabaikan adalah tahap pelepasan, sementara tahap ini memiliki peran penting dalam mempersiapkan pasien pasca pemulihan agar mampu beradaptasi kembali dengan lingkungan sosial secara mandiri dan berkelanjutan. Tahap pelepasan berfungsi sebagai fase transisi yang menekankan penguatan kemandirian, kepercayaan diri, serta kesiapan pasien dalam berinteraksi kembali dengan lingkungan sosial. Perancangan Fasilitas Tahap Pelepasan Rehabilitasi Mental di Surabaya dihadirkan sebagai upaya menjawab permasalahan tersebut melalui penyediaan ruang transisi yang aman dan terbuka bagi pasien. Pendekatan arsitektur biophilic dan eksploratif diterapkan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung ketenangan psikologis serta mendorong kemandirian dan interaksi sosial. Dengan demikian, fasilitas ini diharapkan mampu menjawab keterbatasan sarana rehabilitasi yang ada sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya tahap pelepasan dalam proses rehabilitasi mental.

FAY WYNNETH NATHANIELLE Roni Anggoro, S.T., M.A.Arch. (Advisor 1); Rully Damayanti (Examination Committee 1); Gunawan Tanuwidjaja, S.T., M.Sc., Ph.D. (Examination Committee 2) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Laporan Perancangan Arsitektur Laporan Perancangan Arsitektur No. 00024695/ARS/2025; Fay Wynneth Nathanielle (B12220076) MENTAL REHABILITATION FACILITIES; REHABILITATION CENTERS; REHABILITATION CENTERS--DESIGNS AND PLANS; REHABILITATION CENTERS--INDONESIA

Files