Pertumbuhan penduduk Kota Surabaya yang terus meningkat setiap tahun, memicu tekanan sosial yang berdampak signifikan terhadap terhadap kesehatan mental masyarakat, khususnya gangguan kecemasan, depresi, dan post-traumatic stress disorder (PTSD). Untuk mendukung langkah pemerintah Kota Surabaya yang telah menunjukkan komitmen dalam pengembangan layanan kesehatan dan menetapkan kota ini sebagai salah satu destinasi wisata kesehatan di Indonesia, dibutuhkan fasilitas rehabilitasi mental yang bersifat non-stigmatis dan berfokus pada pemulihan PTSD yang masih terbatas. Oleh karena itu, perancangan Fasilitas Rehabilitasi Pasien PTSD di Surabaya ini bertujuan untuk menyediakan pemulihan kesehatan mental yang tidak berfungsi sebagai rumah sakit jiwa, melainkan sebagai fasilitas rehabilitatif yang mendukung proses penyembuhan secara holistik. Perencanaan dilakukan sebagai bagian dari pengembangan masterplan Kecamatan Gubeng di 30 tahun ke depan yang mengusung konsep kota Urban Well-Being. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan biophilic, khususnya strategi Nature Inspiration yang menitikberatkan pada pola, prinsip, dan elemen alam pada desain bangunan. Penerapan ini diwujudkan melalui pengolahan bentuk, ruang, elemen air, material, struktur, dan vegetasi yang diharapkan mampu menciptakan lingkungan terapeutifk yang dapat menuruntkan tingkat stress dan mendukung proses rehabilitasi pasien PTSD secara berkelanjutan. Kata Kunci : Biophilic, Kesehatan Mental, PTSD, Rehabilitasi, Surabaya