Fasilitas Rehabilitasi Medis Lansia merupakan rancangan yang berangkat dari permasalahan utama meningkatnya jumlah lansia di Kota Surabaya yang mengalami penurunan kemampuan Instrumental Activities of Daily Living (IADL), serta keterbatasan fasilitas rehabilitasi yang mampu memberikan layanan pemulihan secara menyeluruh. Kondisi ini menyebabkan lansia semakin bergantung pada keluarga dalam menjalankan aktivitas harian, sementara ketersediaan ruang latihan yang aman, mudah diakses, dan ramah terhadap kebutuhan sensorik masih minim, khususnya di kawasan Gubeng yang memiliki kepadatan bangunan dan tingkat mobilitas tinggi. Perancangan ini mengusung pendekatan multisensori dan biophilic untuk menciptakan lingkungan rehabilitatif yang tidak hanya mendukung latihan fisik, tetapi juga memberikan stimulus visual, auditori, dan kognitif sebagai bagian dari proses pemulihan. Metode perancangan dilakukan melalui analisis tapak, studi literatur, dan studi preseden untuk menyesuaikan desain dengan kebutuhan lansia dan konteks lingkungan. Hasil desain meliputi ruang terapi fisik dan IADL, area medis, zona aktivitas sosial, serta hunian lansia yang terintegrasi dalam sistem sirkulasi yang jelas dan mudah dipahami. Fasilitas ini diharapkan mampu mewadahi proses rehabilitasi secara lebih manusiawi dan mendukung peningkatan kemandirian lansia di kawasan perkotaan.