Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tata kelola perusahaan terhadap tingkat agresivitas dalam penetapan harga transfer pada perusahaan multinasional di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga memberikan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan efektivitas peraturan perpajakan dan mengatasi praktik penghindaran pajak di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan teori biaya politik, studi ini menganalisis bagaimana tata kelola perusahaan dapat memicu perilaku oportunistik manajerial, khususnya dalam manipulasi harga transfer. Analisis dilakukan terhadap 20 perusahaan multinasional Indonesia yang terdaftar selama periode 2018-2023. Temuan utama menunjukkan bahwa semakin besar ukuran dewan komisaris, maka kecenderungan praktik manipulatif dalam penetapan harga transfer semakin rendah. Sebaliknya, semakin tinggi persentase direktur independen terhadap total anggota dewan, maka semakin tinggi agresivitas praktik penetapan harga transfer. Selain itu, gender direktur terbukti berpengaruh signifikan terhadap keputusan dalam penetapan harga transfer, dengan kecenderungan bahwa direktur laki-laki cenderung lebih aktif membuat keputusan terkait penetapan harga transfer. Sementara itu, gender komisaris tidak menunjukkan pengaruh terhadap pengambilan keputusan penetapan harga transfer. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola perusahaan mempengaruhi perilaku oportunistik, sehingga perlu diperhatikan ukuran dewan, persentase direktur independen, dan gender direktur untuk dapat mengurangi praktik penetapan harga transfer oleh perusahaan.