Pengurangan work in process dengan pendekatan lean six sigma, FMEA dan production monitoring system: studi kasus PT XYZ

Tingginya work-in-process (WIP) pada lini produksi menyebabkan efisiensi menurun, aliran material tidak lancar, dan akurasi pencatatan terganggu di PT XYZ, perusahaan kertas berbasis make to order (MTO). Rata-rata WIP harian mencapai 85 ton dengan akurasi pencatatan hanya 78%. Hasil analisis awal menunjukkan bahwa bottleneck terjadi pada proses wrapping dan adanya keterlambatan informasi antar departemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi WIP dan meningkatkan akurasi pencatatan produksi melalui pendekatan Lean Six Sigma berbasis metode DMAIC yang dilengkapi dengan Waste-FMEA dan sistem digital Production Monitoring System (PMS). Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara selama 30 hari. Evaluasi dilakukan terhadap parameter waktu tunggu, cycle time, lead time, dan akurasi pencatatan. Analisis dilakukan menggunakan Fishbone Diagram, 5 Whys, dan penilaian Waste Priority Number (WPN). Hasil penelitian menunjukkan penurunan WIP sebesar 32%, peningkatan akurasi pencatatan menjadi 97%, serta perbaikan lead time antar proses sebesar 40%. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi Lean Six Sigma dengan sistem digital real-time lebih efektif dalam mengatasi pemborosan fisik dan informasi sekaligus, serta mendukung pengambilan keputusan produksi yang lebih tepat dan efisien dalam lingkungan manufaktur MTO.

CLAUDIA CATHERINE FEBIANA Dr. Ir. Didik Wahjudi, M.Sc., M.Eng. (Advisor 1); Dr. Dra. Gan Shu San, M.Sc. (Examination Committee 1); I Gede Agus Widyadana (Examination Committee 2); Dr. Drs. I Nyoman Sutapa, M.Sc.nat. (Examination Committee 3) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Graduate Thesis Tesis/Theses Skripsi No. 01010044/MTI/2025; Claudia Catherine Febiana (C23230005) LEAN MANUFACTURING; PRODUCTION CONTROL; MANUFACTURING INDUSTRIES--QUALITY CONTROL; FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS

Files