Ride sharing di lingkungan kampus mulai dipertimbangkan sebagai alternatif transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi intensi mahasiswa dalam menggunakan layanan ride sharing dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM) yang dimodifikasi melalui penambahan konstruk persepsi risiko dan kepedulian lingkungan. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa aktif Universitas Kristen Petra sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat merupakan konstruk yang berpengaruh signifikan terhadap intensi penggunaan. Sementara itu, persepsi kemudahan dan persepsi risiko tidak memberikan pengaruh signifikan, baik terhadap persepsi manfaat maupun terhadap intensi penggunaan. Adapun kepedulian lingkungan tidak berpengaruh langsung terhadap intensi, namun terbukti berpengaruh signifikan terhadap persepsi kemudahan dan persepsi manfaat, sehingga memberikan kontribusi secara tidak langsung terhadap intensi mahasiswa dalam menggunakan layanan ride sharing.