Kota Malang memiliki visi sebagai "Health City" yang mendorong tersedianya fasilitas pendukung kesehatan bagi seluruh kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Namun, ketersediaan fasilitas wisata yang universal bagi tunadaksa masih sangat terbatas. Sehingga Resort dengan Fasilitas Terapi Tunadaksa dirancang sebagai tanggapan terhadap meningkatnya jumlah disabilitas, di sisi lain semua orang tanpa terkecuali memerlukan refreshing Konsep utama yang diangkat adalah Equitable Experience, yang artinya semua orang dapat mendapat pengalaman yang sama tanpa terkecuali. Salah satunya diwujudkan melalui perpaduan massa bangunan berbentuk segi enam guna menciptakan kesan menyambut sekaligus efisien dalam penataan ruang. Fasilitas terapi seperti fisioterapi, refleksologi, yoga, terapi berkebun, terapi pijat, hingga forest therapy dirancang secara terintegrasi dengan lanskap kontur dan sirkulasi universal agar dapat diakses tanpa hambatan oleh semua pengguna, baik penyandang disabilitas maupun non-disabilitas. Dengan pendekatan desain universal yang mempertimbangkan topografi, aksesibilitas, serta kebutuhan psikologis dan fisik pengguna, resort ini diharapkan dapat menjadi awal dalam pengembangan kawasan wisata terapi yang humanis dan berkelanjutan di Indonesia.