Perancangan fasilitas wisata edukasi di Pantai Sendang Biru bertujuan untuk mengatasi kebutuhan terhadap sarana dalam mengoptimalkan potensi wisata dan edukasi di kawasan pesisir tersebut. Permasalahan utama dalam perancangan fasilitas ini yaitu merancang sebuah bangunan yang tidak hanya informatif tetapi juga memberikan pengalaman kepada pengguna dan mampu mengatasi bau dari aktivitas perikanan pada area tersebut. Konsep perancangan yang digunakan menggunakan pendekatan spasial terhadap hubungan antar ruang dan pendalaman multisensori dengan menggunakan indera agar merasakan pengalaman ruang secara menyeluruh yang nantinya akan menghasilkan parameter desain berupa fleksibilitas ruang, interaksi antar pengguna, dan penggunakan indera. Proses perancangan ini nantinya akan menghasilkan tiga massa dengan fungsi bangunan masing-masing yang saling terhubung melalui ruang transisi dengan mengoptimalkan potensi view dan sirkulasi udara alami agar mendukung pengalaman pengunjung secara menyeluruh. Hasil rancangan ini diharapkan mampu menghasilkan sarana yang dapat menyatukan aktivitas nelayan dengan pengalaman wisata yang informatif dan menghidupkan kembali budaya lokal melalui pengalaman nyata dari proses perikanan. Desain ini tidak hanya menjawab kebutuhan edukasi dan wisata tetapi juga menjadi kontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi dan identitas lokal masyarakat setempat.