Abu terbang atau fly ash masuk kategori limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Ditangan Antoni, kepala Lab Beton Teknik Sipil Universitas Kristen (UK) Petra, nbahan berbahaya itu justru bisa bermanfaat. Yakni, dijadikan pengganati semen dalam pembuatan beton. Penggunaan abu terbang tersebut menjadi riset Antoni sejak beberapa tahun terakhir. Bahan itu didapat dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Sebab, limbah tersebut adalh sisa pembakaran batu bara. "Kami ambil dari beberapa PLTU untuk dijadikan sampel ", katanya. Guru Bersar termuda UK Petra itu menuturkan, penelitian tersebut membuahkan hasil. Abu terbang memiliki kandungan material yang hampir sama dengan semen. Bedanya hanya pada persentase jumlah materialnya. Dalam eksperimennya, dia membuat beberapa beton dengan dengan campuran abu terbang yang berbeda. Mulai dengan persentase 20, 30 hingga 100 persen. Artinya, semua bahan beton murni menggunakan abu terbang tanpa semen sama sekali. Dosen Teknik Sipil itu menjelaskan, beton dengan 100 persen abu terbang tersebut sangat baik dan kuat.