Proses pengukusan biji jarak bertujuan untuk memudahkan kulit biji jarak terbuka ketika digiling. Setelah proses pegukusan, kandungan kadar air biji jarak akan meningkat, untuk menurunkan kandungan kadar air dalam biji jarak dilakukan proses pengeringan. Saat proses pengukusan berlangsung, saluran udara panas ditutup dan heater mati. Saat proses pengeringan akan dimulai, sisa air proses pengukusan dibuang hingga habis. Dari hasil desain untuk kapasitas biji jarak 10 kg didapat diameter dandang yang dipakai 40 cm, daya heater didapat 1,14 kW dan blower yang digunakan tipe centrifugal blower model U2S-40T. Setelah didesain, dilakukan pembuatan model untuk kapasitas biji jarak 1 kg. Hasil pengujian sama dengan desain, yaitu biji jarak matang dan mudah dikupas. Kadar air biji jarak setelah proses pengeringan untuk sarangan 1 rata-ratanya 4,31%, untuk sarangan 2 rata-ratanya 4,63% dan untuk sarangan 3 rata-
Author
(24403022) DAVID ANTONO
Contributor
(91-018) Philip Kristanto Tedjasaputra
(04-038) Fandi Dwiputra Suprianto
(91-021) Ekadewi Anggraini Handoyo
Publisher
Universitas Kristen Petra
Year : 2008
Subject
1. HEAT ENGINEERING
2. HEAT-ENGINES
Keyword
castor bean, steaming and drying process
Category
s1 - Skripsi/Undergraduate Thesis (Program Studi Teknik Mesin S1)
Language
Indonesian
Rights
Skripsi No. 02010868/MES/2008; David Antono (24403022)
The resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made