Penetrasi ion klorida pada struktur beton bertulang dipengaruhi beberapa
faktor misalnya faktor air semen, kadar semen, kondisi lingkungan serta
penggunaan material tambahan pada beton. Material tambahan yang digunakan
adalah steel fiber yang dimix dengan beton. Pada penelitian ini penetrasi ion
klorida dilakukan dengan cara perendaman beton pada larutan garam 10% selama
? 90 hari. Variabel yang digunakan adalah faktor air semen, volume fiber dan
orientasi fiber.
Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi faktor air semen, maka beton
akan semakin poros dan ketebalan Interfacial Transition Zone (ITZ) akan semakin
besar, sehingga ion-ion klorida akan mudah masuk ke dalam beton. Secara umum,
volume fiber tidak terlalu berpengaruh pada penetrasi ion klorida. Yang paling
berpengaruh adalah efek orientasi fiber, yaitu penetrasi ion klorida pada beton
dengan tipe orientasi fiber horisontal lebih besar dibandingkan dengan tipe
orientasi fiber vertikal pada volume fiber yang dianjurkan.
Author
(21403116) LUCIANA SAMANTHA TAMBUN
(21402124) STEVEN CAROLIS NANLOHY
Contributor
(99-037) Pamuda Pudjisuryadi
(05-014) Antoni
(84-028) Handoko Sugiharto
Publisher
Universitas Kristen Petra
Year : 2008
Subject
1. REINFORCED CONCRETE CONSTRUCTION
2. FIBER REINFORCED CONCRETE
Keyword
reinforced concrete, chloride penetration, steel fiber, water cement ratio, fiber orientation, Interfacial Transition Zone
Category
s1 - Skripsi/Undergraduate Thesis (Program Studi Teknik Sipil S-1)
Language
Indonesian
Rights
Skripsi No.11011569/SIP/2008; Steven Carolis N. (21402124), Luciana S. Tambun (21403116)
The resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made