Gereja Katolik Santo Yoseph Kepundung, Denpasar-Bali ini dibangun oleh orang Belanda untuk masyarakat Kristiani di Bali dan selesai pada tanggal 7 Desember 1955. Arsitek gereja ini sangat mencintai budaya setempat sehingga bangunan gereja merupakan gabungan antara budaya Bali dan persyaratan Katolik yang bersifat kompromistik. Namun demikian, ada beberapa masalah yang berkaitan dengan inkulturasi. Masalah akan dipecahkan melalui pendekatan semiotika dari sudut pandang Peirce. Tanda-tanda ikonik, indeksikal, dan simbolik akan dianalisis dalam kaitan dengan aspek-aspek denotasi, konotasi, dan sosial. Dari analisis ini, lebih banyak makna yang telah diungkap.
Author
(41404031) IRENE MERIDINIA YUSTINUS
Contributor
(02-019) Adi Santosa
(46012) SUMARTONO
Publisher
Universitas Kristen Petra
Year : 2008
Subject
1. CATHOLIC CHURCH-DECORATION
Keyword
inculturation, peircean semiotics, interior
Category
s1 - Skripsi/Undergraduate Thesis (Program Studi Desain Interior)
Language
Indonesian
Rights
Skripsi No. 00010619/DIN/2008; Irene Meridinia Yustinus (41404031)
The resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made