Film Nagabonar Jadi 2 menyuguhkan keragaman budaya, di dalamnya,
tidak hanya kebudayaan Batak yang menjadi budaya Nagabonar. Bahasa sebagai
medium komunikasi antarbudaya tidak hanya menggunakan bahasa verbal, tetapi
juga bahasa nonverbal. Seperti halnya komunikasi verbal, komunikasi nonverbal
pada masing-masing budaya juga tidak sama. Penulis ingin mengetahui
bagaimana Representasi Komunikasi Nonverbal dalam kaitan Komunikasi
Antarbudaya pada film Nagabonar Jadi 2. Menggunakan metode penelitian
semiotika, dengan pendekatan kualitatif serta jenis penelitian deskriptif, penulis
menemukan bahwa ketika orang-orang yang berasal dari budaya yang berbeda
berkumpul pada satu tempat, maka akan tercipta budaya multikultur. Sudah tentu
komunikasi antar satu orang dari kelompok budaya tertentu dengan kelompok lain
yang berasal dari latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda memiliki
hambatan komunikasi antarbudaya. Oleh karena itu, etika kemajemukan sangat
diperlukan agar masing-masing individu dapat hidup berdampingan dengan
damai.
Author
(51403145) LEONY
Contributor
(96-022) Ido Prijana Hadi
(68007) H. M. BURHAN BUNGIN
(68057) NANANG KRISDINANTO
Publisher
Universitas Kristen Petra
Year : 2008
Subject
1. INTERCULTURAL COMMUNICATION
2. NONVERBAL COMMUNICATION
3. COMMUNICATION
Keyword
representation, nonverbal communication, intercultural communication, multicultural, ethic of multicultural
Category
s1 - Skripsi/Undergraduate Thesis (Program Studi Ilmu Komunikasi)
Language
Indonesian
Rights
Skripsi No. 20010318/KOM/2008; Leony (51403145)
The resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made